Arkomindonesia

Produk

Sayap kegiatan lain dari YAI (Yayasan Arkom Indonesia) adalah jasa pelayanan untuk masyarakat umum.  Jasa pelayanan ini melingkupi sekitar dunia konstruksi dan jasa pengembangan kemampuan (pelatihan).

Jasa layanan YAI adalah:

  1. Konsultansi penataan kawasan

Kemanfaatan ruang/kawasan menjadi maksimal jika ditata dengan benar sesuai fungsinya.  Dalam pemanfaatan ruang memberikan jasa konsultansi dan pengerjaan bagi masyarakat, organisasi , perusahaan, dan lain-lain.  Proses penataan kawasan, YAI mengedepankan peran serta masyarakat sejak awal.  Hasil dokumen penataan kawasan dapat dijadikan acuan dalam membangun/pemanfaatan lahan di masa depan atau saat itu.  Waktu yang diperlukan sangat tergantung dari luasan kawasan dan tinggi rendahnya tantangan kawasan tersebut berada.

  1. Konsultansi perencanaan dan desain arsitektur

Membangun rumah tanpa didasari desain yang baik pada umumnya akan boros biaya.

Berlatar belakang sebagai arsitek, YAI memberikan pelayanan jasa konsultansi.  Selain itu masyarakat juga dapat mengakses YAI bidang jasa dalam hal desain serta jasa konstruksi.

  1. Jasa fasilitasi

YAI memberikan jasa fasilitator dalam berbagai pelatihan atau workshop.  Semua disajikan berdasar pada kemampuan dan pengalaman yang dimiliki oleh para pelaku lembaga.  Pengalaman dan kemampuan para pelayan diperoleh sepanjang karier di lembaga swadaya masyarakat.

  1. Pelatihan Arsitektur Komunitas

Materi pelatihan ini membahas khusus tentang material alternatif dan cara-cara pemanfaatannya.  Pilihan-pilihan material alternatif adalah upaya menjaga keberlangsungan alam semesta.  Tindakan yang salah terhadap material hanya akan menimbulkan masalah.

                A. Pelatihan Bambu

Pelatihan pemanfaatan bambu mencakup pembibitan, perawatan, pengawetan, dan penggunaan sebagai bahan bangunan.  Bambu dapat diolah sebagai kerajinan tangan sampai struktur bangunan besar (aula pertemuan, ruang evakuasi, dan lain-lain).  Penggunaan material bambu perlu dikerjakan dengan teknik-teknik tertentu sehingga berdaya guna maksimal (berguna, indah, dan kuat).  Materi pelatihan pemanfaatan bambu terdiri dari teori dan praktik.  Lama waktu yang dibutuhkan 1 minggu menginap.

                B. Pelatihan Bata Tanpa Bakar

Pelatihan Bata Tanpa Bakar membutuhkan waktu 3 hari.  Materi pelatihan meliputi teori dan praktik, diantaranya; mengenali jenis-jenis tanah dan praktik pembuatan.

                C. Pelatihan Pengolahan Kayu

Bahan bangunan kayu di Indonesia sangat banyak.  Semua memiliki karakter, cara pengolahan dan penggunaan yang berbeda.  Materi Pelatihan Pengolahan Kayu terdiri dari teori dan praktik misalnya membedakan dan  memilih jenis kayu serta peruntukannya, menyambung kayu tanpa paku dan lain-lain.  Waktu yang diperlukan 4 hari menginap.

               D. Pelatihan Tabungan Komunitas
Berdasar pengalaman mendampingi warga bantaran sungai, YAI akhirnya mendapat pembelajaran yang bisa dibagikan kepada masyarakat umum tentang pengelolaan tabungan komunitas. Materi pelatihan terdiri dari teori dan praktik. Waktu yang dibutuhkan 4 hari menginap.

              E. Pelatihan Kesehatan Alami
Pelatihan Kesehatan Alami mencakup teori dan praktik dengan dasar ilmu Akupunktur. Praktik yang terapkan adalah pijat akupresur.  Dalam melengkapi terapi peserta pelatihan juga mendapatkan pengetahuan dasar tentang pemanfaatan tanaman obat yang ada di sekitar tempat tinggal.  Waktu pelatihan 6 hari menginap.

             F. Sekolah CO dan Fasilitator
Seseorang yang bekerja dengan masyarakat dalam rangka pemberdayaan membutuhkan ketrampilan berkomunikasi yang baik dan memiliki wawasan yang memadai. Semuanya bisa diraih.  Sebagai penambah bekal terjun ke masyarakat, YAI membuka kelas untuk CO (community organizing) dan cara–cara memfasilitasi.

                    F.1. Sekolah CO

Profesi Community Organizer banyak orang belum tahu.  Di sekolah formal tidak ada jurusannya.  Pada umumnya profesi ini terlahir dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memilih program pemberdayaan (bukan karitatif).  Mengingat pentingnya kemampuan staf lapang dalam mengorganisir, maka YAI membuka kelas khusus tentang Pengorganisasian masyarakat.

Pekerjaan lapangan menuntut seorang petugas lapang memahami seluk beluk masyarakat tempat dia bekerja.  Dia perlu punya kemampuan membaca relasi antar anggota masyarakat.  Dia perlu punya kemampuan berkomunikasi dengan baik . Dia perlu punya jiwa kepemimpinan yang baik, dia perlu memiliki kemampuan bertahan hidup yang tangguh, dia perlu punya wawasan yang luas, dia juga perlu memiliki  ketrampilan praktis yang berguna.  Berbagai kemampuan dituntut dimiliki seorang organizer.

Materi sekolah CO adalah pemaduan antara pengalaman lapang dengan teori-teori.  Kelas (CO) dilakukan dengan cara praktik/tinggal di kampung (live in) dan kelas seperti pada umumnya.  Sesi pertemuan di kelas membahas hasil temuan lapangan dipadukan dengan dasar-dasar teori.  Perpaduan teori dan praktik ini menjadikan pengetahuan dan pengalaman para pelakunya semakin kaya.

Sekolah CO dapat diikuti oleh masyarakat umum.  Para alumni Sekolah CO akan memiliki ketrampilan mengorganisir masyarakat sebagai upaya membangun kesadaran kritis dan keberdayaan bersama.

                  F.2. Sekolah Fasilitator

Bagi orang yang pernah difasilitasi oleh seorang fasilitator handal pada umumnya akan punya rasa senang dan kesan memfasilitasi itu mudah.  Dalam mencapai kemampuan memfasilitasi dengan baik seseorang tidaklah terlahir dengan sendirinya.  Ia butuh belajar dalam kurun waktu yang panjang.

Mengingat pentingnya ketrampilan yang perlu dimiliki oleh seorang calon fasilitator YAI membuka Sekolah Fasilitator bagi masyarakat umum.  Dalam pelaksanaan Sekolah Fasilitator mempraktikkan semua orang adalah guru, semua orang adalah murid dan semua tempat adalah ruang belajar.  Materi Sekolah Fasilitator terdiri dari teori dan praktik.  Lama waktu belajar 3 hari, menginap.

EnglishIndonesian